BBM NAIK APAKAH SEMBAKO IKUT NAIK, BAGAIMANA NASIB RAKYAT, APAKAH KITA TAHU?!

Mulai sekarang semua sudah serba naik, berawal mulai kenaikan harga BBM itu sudah dimulai dari tahun 2022 ini, dan semua ikut terdampak meski bantuan subsidi dialihkan namun tetap juga tengkulak yang meraup keuntungan.

Zaman sudah digital semua serba pakek digital, tiada hari tanpa digital hal membuat BBM pun pakek digital, sembako juga belanja digital, akankah juga semua itu mengembalikan kenormalan kebutuhan masyarakat pada umumnya.

Terus siapakah yang menjadi anak superman dalam sebuah isu dan opini kenaikan BBM ini?! adakah superboy yang mengatasi terdampak pada semua aspek kehidupan yang sekarang semakin marak dengan keluhan-keluhan harga yang serba naik dan melonjak tajam?!

Adakah solusi yang menyeimbangkan mata rantai kehidupan didalam sosial masyarakat yang sudah mengalami carut marut dalam memenuhi kebutuhan kehidupan mereka sehari-hari?

Banyak masyarakat yang menerima dengan keputusan ini dan ada juga banyak lagi masyarakat yang mengeluhkan kenaikan harga BBM yang berdampak pada kemelaratan kebutuhan sehari-hari, apalagi yang berhubungan dengan dagang komersil.

Bertahan dan gulung tikar itulah yang terjadi sekarang dengan berbagai keputusan dan kebijakan yang ada juga baiknya dan juga ada yang buruknya berdampak pada sistem alat fital masyarakat yang langsung dirasakan oleh berbagai kalangan terutama pada kalangan kelas bawah dan tidak memiliki apa-apa dengan kehidupan yang sangat memprihatikan.

Indonesia adalah tanah yang sangat amat luas dan banyak masyarakatnya yang masih bekerja untuk menghidupi masing-masing kehidupan mereka, coba lihatlah mulai dari Aceh sampai Papua?! apa yang telah dirasakan dari dulu sampai sekarang tak ubahnya seperti sapi perah, harta, tanah, bumi yang menghasilkan di tanah wilayah tersebut di caruk maruk dan dikeruk habis-habisan namun realita kehidupan masyarakatnya tetap sama seperti masa-masa lampau, Indonesia pada dasarnya itu kejujuran ada pada diri masing-masing pemangku kepentingan, jika hanya memberitakan memberikan bantuan dan memberikan sosialisasi itu hanyalah sebahagian yang diserap dan pada dasarnya tidak merata, dan bagaimana pula yang disebutkan makmur, adil, dan merata?!

Cukuplah bercokol dengan surat-surat keputusan dan agenda-agenda yang terus menerus membuat rakyat menderita, lebih baik tiadakan Pegawai Negeri Sipil, karena banyak masyarakat juga mengeluhkan bahwa tidak ada kerja pegawai-pegawai di pemerintahan dan hanya banyak menghabiskan anggaran negara, dan sudah sepatutnya kedepan itu sistem pegawai dikontrakkan saja, mengapa?! karena banyak pegawai yang pemerintah yang tidak berkompeten dan memiliki banyak lulusan yang abal-abalan, dan sudah cukup banyak menghabiskan uang negara, yang hanya membuat program dan program yang dicanangkan juga tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya, dalam hal ini pengawasan dan ketelitian kinerja pemerintah dari dulu itu masih carut marut, meskipun menggunakan sistem digital dan itupun tidak efektif dan efesiensi karena tidak berdampak merubah tatanan kehidupan masyarakat yang majemuk dan bersuku bangsa, berbudaya, bernusantara di wilayah Indonesia.

Sudah saatnya pemerintah sendiri merubah pola sistem kinerja yang carut marut menjadi terarah dan pada akhirnya anggaran yang dikeluarkan untuk memberi gaji para pegawai menjadi terarah dan tersistematis dengan apa yang menyangkut langsung dengan masyarakat atau rakyatnya. Kasihan dari dulu rakyat terus dibodoh-bodohkan oleh keputusan dan kebijakan yang tidak memihak masyarakat atau kebijakan dan keputusan tidak memihak pada rakyat.

Banyak para BUZER yang hanya diberi upah untuk dibayar dan mereka hanya merekap data saja, lalu menyebarluaskan bahwa isu dan pekerjaan pemerintah itu baik dan sudah terselesaikan dengan sangat baik, padahal ketika ditelisik lebih jauh dan lebih dalam ada banyak yang masih tidak terkover dalam satu laporan yang utuh dan mutlak, banyak masih kita lihat bahwa kehidupan masyarakat secara ril dan nyatanya masih susah, dan sebahagian umumnya pernah kita dengarkan bahwa mereka berkata, “Berubah Pemilu, Nasib Kita Tetap Juga Masih Seperti ini!” artinya ini kan tidak perlu dikasihani apa?! apakah kita hanya terus berbohong kepada publik bahwa kinerja pemerintah baik, kami cukup banyak tahu, karena kami memiliki juga rakyat dari Sabang sampai Merauke yang mengeluh dan tidak diperhatikan selayaknya kerbau dicucuk hidungnya dan sapi yang diperah susunya serta kambing kebiri yang dikuliti bulunya. Apakah seperti ini kinerja pemerintah?!

Pada dasarnya kita tidak menyalahkan pemerintah atau rakyat seutuhnya, namun kenyataan yang ditemukan dilapangan masih simpang siur dengan keadaan masyarakat yang sangat miskin bodoh dan tidak terpelajar, dan banyak pengangguran, hal ini membuat membikin kita semakin lama semakin muak dengan situasi di Indonesia, padahal bangsa tempat kita kita tinggal namun kita tak bisa berbuat apa-apa, apakah kita hanya selalu melihat dan menadahkan mulut agar kerongkongan bisa menelan pahitnya air tawar?! Begitulah seumpanya sekarang, jika kita mengakaji dari doeloe ke tempoe doeloe Indonesia sudah 77tahun merdeka namun masih seperti terlihat terjajah oleh bangsanya sendiri dan hal ini tak bisa ditutupi lagi, karena lebih baik ditahu dari pada disembunyikan dari publik, dan menampilkan keglamoran kesuksesan semata yang hanya membuat orang orang diluar sana.. beranggapan wah.. bagus itu kepemimpinan para pemangku kepentingan di Indonesia artinya bagus kinerja pejabat di Indonesia.

Indonesia sudah sudah berurumur 77tahun dan seharusnya ini sudah menjadi lebih dewasa dalam berfikir untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, jangan hanya dihafal atau diingat saja, namun diterapkan dilapangan dan dilaksanakan sesuai dengan amanat perundang-undangan jika memang undang-undang yang demikian itu memihak kepada Rakyat dan bukan memihak kepada pemangku kepentingan pejabat semata. Duduk di kantor MPR, DPR, sampai pada kedalam Kepemerintahan apa yang sudah mereka kerjakan, apa hanya menyampaikan aspirasi masyarakat atau rakyat, padahal semua itu bohong karena pada dasar laporannya adalah terdengar “Buat apa orang kantoran mikir lagi rakyat, toh rakyat juga seperti itu tak berubah-ubah karena mereka rakyat yang ikuti aturan saja”.. Memang kalimat yang seperti ini seperti kalimat PUKIMAK KALILAH!!

7/9/2022. Penulis Junirullah

Leave a comment